IPMI Faculty in Action: Mendorong Inovasi Halal melalui Dialog Global di Halal Expo Indonesia 2026
27 Juli 2026
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan pendidikan bisnis yang relevan secara global, IPMI Institute dengan bangga menyoroti kontribusi aktif salah satu dosennya, Dr. Firdaus Fanny Putera Perdana, MBA, yang berperan sebagai moderator dalam salah satu sesi utama pada Halal Expo Indonesia (HEI) 2026.

Halal Expo Indonesia merupakan salah satu platform internasional terkemuka yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem halal, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku industri, investor, hingga organisasi global. Ajang ini menjadi forum strategis untuk membahas inovasi, keberlanjutan, serta kolaborasi dalam memperkuat industri halal dunia, khususnya di negara-negara anggota D-8 (Developing Eight).
Dalam forum bergengsi tersebut, Dr. Firdaus memoderatori sesi bertajuk “Halal Critical Raw Material Innovation”, yang mengangkat isu krusial dalam rantai nilai industri halal, yaitu pengembangan dan keberlanjutan bahan baku bersertifikasi halal. Diskusi ini menghadirkan para narasumber lintas sektor, yaitu Prof. Mala Nurilmala (IPB University), Royhan Nevy Wahab (Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia), dan Ida Rahmi Kurniasih (PT Phapros Tbk), yang bersama-sama membahas tantangan seperti ketergantungan impor, keamanan pasokan, komersialisasi, serta kerja sama internasional.
Memperkuat Tridarma melalui Keterlibatan Global
Peran Dr. Firdaus dalam HEI 2026 mencerminkan komitmen kuat IPMI Institute terhadap Tridarma Perguruan Tinggi, yang meliputi Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Dari sisi pengajaran, peran beliau sebagai moderator mampu menjembatani diskusi yang kompleks menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami. Ia menghubungkan riset ilmiah, praktik industri, serta kebijakan menjadi satu narasi yang relevan dan aplikatif. Sesi ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga dialog praktis yang menghasilkan insight yang dapat langsung dimanfaatkan oleh para pengambil keputusan. Hal ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran IPMI yang menekankan pengalaman nyata dan relevansi industri.
Dari sisi penelitian, diskusi menyoroti pentingnya inovasi pada bahan baku halal seperti gelatin, kolagen, enzim, dan eksipien farmasi. Topik ini membutuhkan eksplorasi akademik yang berkelanjutan serta kolaborasi lintas disiplin. Sesi ini juga menekankan bahwa hasil riset perlu ditransformasikan menjadi solusi industri yang dapat diproduksi secara massal, sehingga memperkuat daya saing ekonomi dan industri nasional.
Sementara itu, dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, Dr. Firdaus memfasilitasi dialog multipihak yang melibatkan akademisi, industri, pembuat kebijakan, serta delegasi internasional. Forum ini membuka ruang kolaborasi untuk membahas tantangan nyata dalam ekosistem halal, termasuk ketahanan rantai pasok dan standar sertifikasi. Kontribusi ini menunjukkan komitmen IPMI untuk memberikan dampak nyata di luar ruang kelas melalui keterlibatan aktif dengan masyarakat dan industri.
Menjembatani Akademisi, Industri, dan Kebijakan
Sepanjang sesi, Dr. Firdaus mengarahkan diskusi dari tiga perspektif utama, yaitu sains, manufaktur, dan kerja sama internasional. Dengan pendekatan yang seimbang dan dinamis, ia memastikan setiap perspektif saling melengkapi dalam membangun pemahaman yang lebih utuh mengenai bagaimana inovasi halal dapat berkembang dari laboratorium penelitian hingga ke produksi industri dan pasar global.
Diskusi ini menegaskan satu pesan penting bahwa masa depan industri halal sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antara akademisi, industri, dan pemerintah. Selain itu, juga menyoroti pentingnya bagi Indonesia dan negara-negara D-8 untuk memperkuat kapasitas dalam memproduksi bahan baku halal guna mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan daya saing global.
Komitmen IPMI untuk Dampak Global
Keterlibatan Dr. Firdaus dalam Halal Expo Indonesia 2026 menjadi bukti nyata bagaimana IPMI Institute terus mendorong peran aktif dosennya dalam percakapan global. Melalui partisipasi dalam forum internasional, IPMI tidak hanya berkontribusi dalam pertukaran pengetahuan, tetapi juga memastikan ekosistem akademiknya tetap relevan, berdampak, dan terhubung dengan tantangan dunia nyata.
Pencapaian ini semakin menegaskan posisi IPMI sebagai institusi pelopor pendidikan bisnis yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan keterlibatan industri, serta mempersiapkan pemimpin masa depan untuk menghadapi dan membentuk industri global, termasuk ekonomi halal yang terus berkembang pesat.
~~~~~~selesai~~~~~~
-Hubungan Masyarakat-
