IPMI Institute Menjadi Mitra Akademik Strategis dalam Workshop Nasional “Advancing Indonesia’s Food Regulatory System”
Kepemimpinan Nasional dan Pembukaan Tingkat Tinggi
11 September 2026
1 September 2026 | IPMI Institute, Jakarta
IPMI Institute dengan bangga berperan sebagai Tuan Rumah sekaligus Mitra Akademik dan Pengetahuan dalam One-Day National Workshop: Advancing Indonesia’s Food Regulatory System yang diselenggarakan pada 1 September 2026 di Jakarta.
Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari Pre-WNPG XII Strategic Initiative, dengan tema:
“Enabling Consumer Protection, Entrepreneurship, Innovation, and Agri-Food Competitiveness Through Innovation-Ready Food Regulation.”
Forum ini menghadirkan pembuat kebijakan nasional, regulator, akademisi, serta pakar internasional untuk memperkuat transformasi sistem regulasi pangan Indonesia menuju sistem yang berbasis sains, berbasis risiko, transparan, terkoordinasi, dan siap mendukung inovasi.

Workshop dibuka secara resmi oleh para pemimpin nasional dan tokoh strategis, yaitu:
- Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas RI - Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) - Prof. Ir. M. Aman Wirakartakusumah, M.Sc., Ph.D.
Rektor IPMI Institute
Kutipan Kunci Para Pembicara

“Modernisasi regulasi pangan bukan hanya tentang pengawasan, tetapi tentang membangun kepercayaan, mendorong inovasi, dan memperkuat daya saing bangsa melalui tata kelola berbasis sains.”
— Prof. Dr. Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI
Kepala BPOM menegaskan bahwa sistem regulasi pangan modern harus mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen dan percepatan inovasi industri pangan.

“Sistem regulasi pangan merupakan infrastruktur strategis pembangunan nasional yang menghubungkan keamanan pangan, gizi, inovasi, dan transformasi ekonomi.”
— Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI
Dalam sambutannya, Menteri PPN/Bappenas menekankan bahwa regulasi pangan tidak hanya berfungsi administratif, tetapi juga sebagai enabler pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan nasional.

“IPMI berkomitmen untuk menjadi jembatan antara dunia akademik, kebijakan publik, dan praktik industri dalam mendukung transformasi sistem pangan yang lebih inovatif dan berdaya saing global.”
— Prof. Ir. M. Aman Wirakartakusumah, Rektor IPMI Institute
Rektor IPMI menegaskan peran IPMI sebagai institusi akademik yang aktif dalam mendukung pengembangan kebijakan berbasis bukti dan kolaborasi lintas sektor.
Perspektif Internasional dan Keynote Global
Workshop juga menghadirkan pakar internasional yang memberikan perspektif global terkait regulasi pangan dan inovasi:

“Inovasi dalam sistem pangan membutuhkan kerangka regulasi yang adaptif, berbasis sains, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengorbankan keamanan pangan dan kepercayaan publik.”
— Prof. William Chen, Nanyang Technological University (NTU), Singapura
Prof. Chen menyoroti pentingnya integrasi antara riset, inovasi, dan kebijakan regulasi dalam membangun ekosistem pangan masa depan.

“Sains regulasi adalah fondasi dari sistem pangan modern. Ia mengubah data menjadi keputusan yang melindungi konsumen sekaligus memungkinkan inovasi dan perdagangan global.”
— Prof. Samuel Godefroy, President, Global Food Regulatory Science Society (GFoRSS)
Prof. Godefroy menekankan bahwa penguatan regulatory science capacity merupakan kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan, transparansi, dan daya saing global.
IPMI Institute sebagai Mitra Akademik dan Pengetahuan

Sebagai Tuan Rumah sekaligus Mitra Akademik dan Pengetahuan, IPMI Institute memainkan peran penting dalam memfasilitasi dialog strategis antara pemerintah, regulator, akademisi, industri, dan mitra internasional.
Peran ini mencerminkan komitmen IPMI dalam:
- Mendorong kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy)
- Memperkuat kapasitas regulatory science di Indonesia
- Menjembatani akademisi, pemerintah, dan industri
- Mendukung transformasi ekonomi berbasis inovasi
Melalui keterlibatan ini, IPMI memperkuat posisinya sebagai mitra akademik strategis dalam agenda pembangunan nasional dan globalisasi pendidikan bisnis.
Penguatan Ekosistem Regulasi Pangan Indonesia

Workshop ini dihadiri oleh 87 peserta dari berbagai sektor, termasuk:
- Kementerian dan lembaga pemerintah
- Badan regulator nasional
- Institusi akademik dan riset
- Industri pangan dan sektor swasta
- Organisasi internasional
Institusi utama yang terlibat antara lain Bappenas, BPOM, Badan Pangan Nasional, BPJPH, BRIN, universitas, serta mitra global.
Tema Strategis Pembahasan
Diskusi difokuskan pada lima agenda utama transformasi sistem regulasi pangan:
1. Regulasi Berbasis Sains dan Risiko
Penguatan pengambilan keputusan berbasis bukti dan standar Codex internasional.
2. Koordinasi dan Tata Kelola Regulasi
Penguatan koordinasi lintas lembaga untuk mengurangi fragmentasi kebijakan.
3. Jalur Regulasi yang Mendukung Inovasi
Pengembangan sistem perizinan yang lebih prediktif, transparan, dan efisien.
4. Penguatan Kapasitas Regulatory Science
Peningkatan kapasitas laboratorium, data, dan keahlian analisis risiko.
5. Harmonisasi Global dan Kerja Sama Internasional
Penguatan keterlibatan Indonesia dalam standar pangan global dan Codex.
Menuju Sistem Pangan Indonesia yang Lebih Tangguh
Workshop ini menegaskan bahwa regulasi pangan bukan hanya instrumen pengawasan, tetapi juga enabler utama bagi:
- Inovasi dan kewirausahaan
- Ketahanan pangan dan gizi
- Daya saing industri
- Pembangunan ekonomi berkelanjutan
Hasil diskusi ini diharapkan menjadi kontribusi penting dalam agenda WNPG XII dan transformasi kebijakan pangan nasional ke depan.
Tentang IPMI Institute
IPMI Institute merupakan salah satu sekolah bisnis pionir di Indonesia yang berkomitmen mencetak pemimpin berkelas dunia melalui pendidikan yang inovatif, aplikatif, dan berstandar internasional.
~~~Hubungan Masyarakat IPMI~~~
